Indramayu – Javanewsonline.co.id | Gema takbir berkumandang memenuhi langit pagi di Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Suara yang membubung dari pengeras suara Masjid Jami Darurruhammah tersebut menandai dimulainya prosesi sakral penyembelihan hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).

Sejak pagi buta, halaman masjid telah dipadati oleh warga sekitar. Mereka datang bukan sekadar untuk menonton, melainkan melebur dalam semangat gotong royong yang menjadi urat nadi kehidupan desa pesisir ini.
Tahun ini, Panitia Qurban Masjid Darurruhammah menerima amanah berupa 23 ekor hewan qurban yang terdiri atas 21 ekor kambing dan dua ekor sapi. Seluruh hewan qurban ini merupakan partisipasi murni dari warga setempat, termasuk satu ekor sapi yang disumbangkan oleh Kepala Desa Lombang, H. Pandi.
Ketua Panitia Qurban, Taufik Ali, S.Kom., mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian warga yang tetap tinggi. “Alhamdulillah, semua hewan yang dipotong tahun ini berasal dari warga Desa Lombang. Artinya, semangat berbagi masih terjaga, dan ada peningkatan jumlah dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Taufik memastikan seluruh proses distribusi akan dikawal ketat agar tepat sasaran. Berdasarkan data panitia, daging qurban tahun ini akan disalurkan kepada 432 jiwa penerima manfaat (mustahik), termasuk di dalamnya 52 anak yatim.
Sinergi Lintas Elemen Desa
Keberhasilan agenda tahunan ini tidak lepas dari pembentukan panitia yang kolaboratif. Pengurusan qurban melibatkan sinergi erat antara Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Ikatan Remaja Masjid Darurruhammah (Irmada), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus RW dan RT, Karang Taruna, hingga tokoh masyarakat setempat.
Meski cuaca di pesisir Indramayu cukup terik, para relawan tampak cekatan memproses daging qurban, mulai dari penyembelihan, pengulitan, penimbangan, hingga pengemasan. Warga yang berqurban pun dianjurkan hadir langsung untuk menyaksikan prosesi sebagai bentuk keteladanan dan keikhlasan.
Ketua DKM Masjid Darurruhammah, Ustadz Samsudin, menekankan bahwa ibadah qurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan, melainkan momentum penting untuk memupuk Solidaritas Sosial dan mengokohkan kemanusiaan.
“Nilai qurban adalah pengorbanan, keikhlasan, dan kemanusiaan. Semua relawan yang terlibat hari ini adalah pahlawan dalam sunyi. Mereka membangun ukhuwah islamiyah yang hakiki,” tutur Ustadz Samsudin.
Ia menambahkan, dalam konteks kehidupan berbangsa, Indonesia saat ini sangat membutuhkan kepedulian sosial yang kuat, dan hal tersebut harus dimulai dari lingkup terkecil, seperti dari desa. DKM juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh mudhohi (pekurban) yang telah memercayakan ibadahnya melalui Masjid Darurruhammah.
Wujud Nyata Kepedulian Sosial
Apresiasi senada datang dari pihak jajaran pemerintahan desa. Sekretaris BPD Desa Lombang, H. Fuad Z., mengaku terkesan dengan antusiasme warga yang begitu luar biasa dalam bergotong royong.
“Pelaksanaan qurban bukan hanya menjadi ibadah tahunan, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial terhadap warga yang membutuhkan. Harapan kami, semangat berbagi dan kebersamaan seperti ini terus terjaga untuk memperkuat persatuan,” kata Fuad.
Sementara itu, Kepala Desa (Kuwu) Lombang, H. Pandi, berharap momentum Idul Adha ini dapat meratakan kebahagiaan di tengah masyarakat, khususnya bagi golongan fakir miskin dan anak yatim-piatu.
“Momentum qurban ini bukan hanya tentang ibadah semata, tetapi juga wujud nyata kepedulian kepada masyarakat yang kurang mampu. Kami berharap daging qurban dapat dirasakan manfaatnya, sehingga kebahagiaan Idul Adha bisa dirasakan secara merata di Desa Lombang,” pungkasnya. (Agus R)

