Takalar Javanewsonline.co.id | Gelombang laut setinggi sekitar dua meter menghantam kawasan pesisir Desa Biringkassi, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut memicu abrasi susulan sepanjang kurang lebih 800 meter dan mengancam puluhan rumah warga yang berada di bibir pantai.

Peristiwa ini terjadi akibat tingginya gelombang laut yang disertai cuaca ekstrem dan musim hujan yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir. Warga pesisir pun diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana lanjutan.

Perwakilan Pemerintah Desa Biringkassi menyampaikan bahwa abrasi kali ini tergolong serius. Kepala desa tidak dapat ditemui untuk dimintai keterangan karena tengah menjalankan agenda lain pada Senin (22/12/2025).

“Abrasi terjadi karena ombak cukup tinggi. Saat ini kami hanya mampu melakukan penanganan sementara dengan membangun pemecah ombak dari karung pasir karena keterbatasan anggaran,” ujar perwakilan pemerintah desa.

Sebanyak sekitar 500 karung pasir telah dipasang di sepanjang pantai sebagai langkah darurat. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup untuk menahan laju abrasi dalam jangka panjang.

Sejumlah warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing meski ancaman gelombang besar terus menghantui. Mereka khawatir ombak sewaktu-waktu dapat mengikis daratan hingga ke permukiman. “Kalau kami tinggalkan rumah, kami khawatir kerusakan justru semakin parah. Jadi sementara ini kami tetap bertahan,” ungkap salah seorang warga.

Pemerintah desa berharap Pemerintah Kabupaten Takalar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Pembangunan pemecah ombak permanen dinilai mendesak, namun membutuhkan anggaran yang besar.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Takalar diharapkan segera mengajukan proposal bantuan ke pemerintah pusat guna mempercepat penanganan pascabencana abrasi di wilayah pesisir.

Desa Biringkassi merupakan satu-satunya desa di Kecamatan Galesong Utara yang saat ini terdampak abrasi parah dan masuk dalam kategori rawan bencana pesisir. (Syarifuddin)