Pekalongan – Javanewsonline.co.id | | Aula Koramil Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu siang, 21 September 2025, dipenuhi suasana hangat ketika ratusan anggota Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI) berkumpul untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-66 organisasi tersebut. Dengan tema “Menjaga Api Perjuangan, Membangun Masa Depan Bangsa”, syukuran digelar sederhana, namun tetap sarat makna.

Ketua DPC PEPABRI Kabupaten Pekalongan, Mayor (Purn) AD Nurkhan, membuka acara dengan sambutan yang menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan di antara para purnawirawan. “Dukungan dan kerja sama seluruh anggota menjadi kekuatan kita. Harapan saya, komunikasi dan konsolidasi tetap terjaga demi kemajuan organisasi,” ujar Nurkhan. Ia juga menyinggung rencana pengadaan seragam bagi anggota yang belum memilikinya sebagai simbol kebersamaan dan identitas.
Kehadiran para sesepuh memberi warna khusus pada acara tersebut. Kolonel (Purn) Tambunan, salah satu veteran yang turut hadir, mengingatkan pentingnya menjaga nilai perjuangan di tengah arus perubahan zaman. “Semangat juang yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dijaga, bukan hanya dalam ingatan, tapi juga dalam tindakan nyata,” katanya.
Momen penghargaan menjadi salah satu titik khidmat acara. Sebanyak 34 anggota aktif yang setia berkontribusi selama lima tahun terakhir menerima Satya Lencana Kesetiaan. Piagam itu, menurut panitia, menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi anggota yang tak henti menjaga nama baik PEPABRI. Selain itu, bantuan paket sembako dari DPD PEPABRI Jawa Tengah disalurkan kepada sejumlah anggota yang dinilai berhak menerimanya.
Prosesi pemotongan tumpeng menjadi inti perayaan. Kolonel (Purn) Laut Surono Edi Wibowo, selaku Dewan Pertimbangan PEPABRI, dipercaya melakukan pemotongan. Potongan pertama diberikan kepada Sersan Mayor (Purn) Bambang Susitriono, prajurit senior yang dianggap menjadi teladan dalam menjaga kebersamaan. Tradisi sederhana itu menandai rasa syukur sekaligus simbol regenerasi semangat perjuangan.
Suasana semakin cair ketika doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan dan kesehatan anggota. Tak lama kemudian, seluruh hadirin menikmati ramah tamah dan makan siang bersama. Hidangan sederhana menjadi perekat keakraban, membuat perayaan ulang tahun kali ini lebih menyerupai pertemuan keluarga besar ketimbang seremoni formal.
Di balik kesederhanaannya, syukuran HUT PEPABRI ke-66 di Pekalongan memancarkan pesan kuat tentang persatuan. Bagi para purnawirawan, organisasi ini bukan hanya wadah silaturahmi, melainkan ruang untuk menjaga warisan nilai perjuangan. “Kami ingin PEPABRI tetap relevan, bukan hanya bagi anggotanya, tapi juga bagi masyarakat luas,” tutur Nurkhan menutup acara.
Bagi Kabupaten Pekalongan, peringatan ini menjadi pengingat bahwa di balik dinamika pembangunan, ada para pejuang yang terus mengawal dengan semangat pengabdian. HUT PEPABRI kali ini pun menegaskan bahwa api perjuangan tak pernah padam, hanya berganti bentuk untuk menyala dalam konteks zaman yang berbeda. (Budi Waluyo)

