Pekalongan – Javanewsonline.co.id | Menjelang sore, halaman sebuah rumah warga di Desa Tegalrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, tampak ramai oleh puluhan orang yang duduk berjejer. Mayoritas adalah janda dan warga dhuafa yang sudah terbiasa hadir setiap Jumat. Mereka datang bukan sekadar menanti bantuan, tapi juga merasakan kebersamaan dalam kegiatan rutin bertajuk Jum’at Barokah atau Jumbar yang digagas Perkumpulan IKALA.

Pada Jumat, 20 September 2024, kegiatan itu kembali digelar. Seperti biasa, tepat pukul 16.00, pengurus Jumbar membuka acara dengan doa dan sambutan singkat. Tak lama, kantong-kantong beras dan sejumlah amplop kecil dibagikan kepada para penerima manfaat. Sumbernya berasal dari zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para donatur.
“Setiap pekan jumlahnya tidak selalu sama, tetapi semangat kami tetap sama: membantu warga sekitar yang membutuhkan,” kata Ketua pengurus Jumbar, Priambodo, yang akrab disapa Pak Piok. Ia menambahkan, doa dan dukungan dari masyarakat menjadi energi utama agar kegiatan ini bisa terus berjalan. “Kami mohon doa dari ibu-ibu sekalian, semoga warga IKALA diberi kekuatan dan keberkahan, agar jumlah bantuan semakin meningkat,” ujarnya, yang langsung diaminkan hadirin.
Ketua RT setempat turut hadir, memastikan kegiatan berlangsung lancar. Menurutnya, inisiatif warga IKALA layak dicontoh karena mampu menjaga tradisi berbagi dengan cara sederhana namun konsisten. “Kegiatan seperti ini membuat masyarakat merasa diperhatikan,” katanya.

Bagi sebagian penerima, bantuan berupa beberapa kilogram beras dan uang tunai memang tidak besar. Namun di tengah tekanan kebutuhan hidup, bantuan itu sangat berarti. Ekspresi lega dan gembira terlihat jelas dari wajah-wajah mereka. “Alhamdulillah, bisa sedikit mengurangi beban belanja harian,” ujar Siti, seorang janda paruh baya yang rutin hadir di Jumbar.
Kegiatan Jumbar IKALA bukan hanya sekadar distribusi bantuan sosial, melainkan juga ajang mempererat ikatan sosial di masyarakat. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa nilai gotong royong dan kepedulian bisa tetap hidup, meski di tengah kesibukan dan dinamika perkotaan.
Dengan konsistensi yang sudah terbangun, Jumbar IKALA diharapkan terus berlanjut. Tak hanya sebagai rutinitas berbagi, melainkan sebagai simbol solidaritas warga Pekalongan dalam menjaga semangat kebersamaan. (Teguh Eko Sudjadi)

