Pekalongan –  Javanewsonline.co.id | Pemerintah Kota Pekalongan kembali menggerakkan program padat karya. Rabu pagi, (17/9) Wali Kota H. A. Afzan Arslan Djunaid meresmikan kegiatan itu di Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat. Program yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini berlangsung selama sepuluh hari, hingga 28 September mendatang.

Acara peresmian dihadiri pejabat Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan, Camat Pekalongan Barat, Lurah Pringrejo, serta perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, unsur TNI-Polri, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Afzan menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai, terutama menjelang musim hujan. Menurut dia, sampah dan penyempitan aliran kerap menjadi pemicu banjir. “Melalui padat karya ini, kita berharap aliran sungai kembali lancar dan lingkungan menjadi lebih sehat,” kata Afzan.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah menyediakan perlengkapan kerja untuk para peserta. Wali Kota menyerahkan sepatu boot, sarung tangan, dan sejumlah alat lapangan. Ia juga menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada warga yang ikut program. Kartu itu berlaku selama sebulan, memberi jaminan kecelakaan kerja bagi peserta.

Program ini melibatkan 50 warga Kelurahan Pringrejo. Mereka dipilih melalui musyawarah bersama lurah dan camat. Setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 12.00, peserta membersihkan aliran sungai dan lingkungan sekitarnya. Sebagai kompensasi, mereka menerima uang kerja Rp50 ribu per hari plus konsumsi makan siang.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan logistik berupa alat berat dan armada angkut. Satu unit ekskavator dan truk dari Dinas Pekerjaan Umum, serta truk tambahan dari Dinas Lingkungan Hidup, dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan, Nadia, mengatakan program ini disambut positif masyarakat. “Antusiasme warga cukup tinggi. Mereka merasa program ini bermanfaat, bukan hanya menambah penghasilan tetapi juga menjaga kebersihan sungai,” ujar Nadia.

Pemerintah Kota Pekalongan menjadikan padat karya sebagai salah satu strategi pembangunan berbasis partisipasi warga. Selain mengurangi beban anggaran pemeliharaan lingkungan, program ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli pada kebersihan wilayah mereka.(Budi Waluyo)