Kota Metro — Javanewsonline.co.id | Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I., mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara daring, Senin (26/5/2025). Rakor ini merupakan bagian dari agenda mingguan Pemerintah Pusat dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi lintas sektor antara pusat dan daerah.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum penting untuk membahas pelaksanaan program strategis nasional, salah satunya pembentukan Koperasi Merah Putih yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan langkah konkret untuk membangun ekonomi kerakyatan yang lebih tangguh. “Koperasi ini tidak boleh berhenti pada legalitas semata. Ia harus tumbuh sebagai kekuatan ekonomi baru yang efisien, sehat, dan berdaya saing,” ujar Tito.
Ia menambahkan, koperasi-koperasi tersebut diharapkan dapat menyederhanakan rantai distribusi kebutuhan pokok, menjaga harga tetap stabil, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemerintah menargetkan terbentuknya 80.000 koperasi
aktif di seluruh Indonesia dalam waktu dekat.
Tito juga meminta kepala daerah untuk memberi dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. “Ini adalah gerakan nasional. Pemerintah daerah harus hadir sebagai penggerak, bukan sekadar pelaksana administratif,” ujarnya.
Dalam rakor tersebut, Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy menyampaikan tren pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data triwulan I tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 4,87 persen, masih di bawah target nasional sebesar 8 persen.
“Beberapa daerah menunjukkan performa luar biasa seperti Maluku Utara yang tumbuh 34 persen. Namun, daerah lain seperti Papua Tengah dan NTB masih mengalami kontraksi ekonomi,” ujar Rachmat.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa sektor makanan, minuman, serta jasa perawatan pribadi menjadi penyumbang inflasi terbesar hingga April 2025. Oleh karena itu, penguatan peran koperasi di tingkat lokal menjadi kunci dalam menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, juga turut memaparkan kondisi inflasi nasional. Ia mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) per April 2025 sebesar 1,56 persen. Angka ini lebih rendah dari 2022, namun masih lebih tinggi dibandingkan 2023 dan 2024.
“Komoditas utama penyumbang inflasi saat ini adalah bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah. Sementara lima provinsi mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH), termasuk Papua Tengah dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Pudji.
Melalui rakor ini, pemerintah daerah diharapkan semakin aktif dalam mengendalikan harga-harga pokok dan mengantisipasi gejolak inflasi di daerahnya masing-masing.
Wali Kota Metro menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh upaya pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mewujudkan program Koperasi Merah Putih. “Kami siap bersinergi dan berkolaborasi, demi kesejahteraan masyarakat Kota Metro,” tegas Bambang. (ADV)

