Baturaja – Javanewsonline.co.id Puluhan warga masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli OKU (AMP-OKU), melakukan aksi protes terhadap keputusan PDAM Tirta Raja OKU yang menaikkan tarif air minum hingga lebih dari 100 persen.
Aksi yang berlangsung pada Kamis (13/03/2025) ini mengundang perhatian publik, dengan para peserta aksi yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pria, wanita, hingga lansia dan anak muda.
Dalam orasinya, Elvis, seorang aktivis dari AMP-OKU, menilai keputusan PDAM OKU untuk menaikkan tarif air tersebut sangat tidak rasional. Menurutnya, kenaikan tarif yang signifikan ini tidak didasarkan pada kajian yang matang dan malah cenderung memihak pada kepentingan golongan tertentu, sementara rakyat kecil yang semakin terhimpit oleh kondisi ekonomi justru menjadi korban.
“Apapun alasan PDAM dalam menaikkan tarif hingga 100 persen lebih, itu sangat tidak masuk akal dan tanpa pertimbangan yang jelas. Ini jelas merugikan masyarakat kecil yang sudah sulit bertahan di tengah krisis ekonomi yang semakin parah.
Kami menilai kebijakan ini lebih menguntungkan segelintir oknum daripada masyarakat umum,” ujar Elvis dengan tegas.
Selain Elvis, Amrul Alamsyah, SE., Ketua Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kabupaten OKU, juga mengungkapkan penolakan keras terhadap kebijakan PDAM tersebut. Menurut Amrul, kenaikan tarif air 100 persen lebih ini akan semakin membebani rakyat kecil, khususnya buruh dengan upah rendah.
“Seharusnya PDAM memikirkan nasib masyarakat kecil yang mayoritas bekerja dengan penghasilan minim.
Kenaikan tarif ini akan semakin menyulitkan mereka yang bahkan hidup di bawah upah minimum. Kami sangat menolak kebijakan ini, yang hanya akan menambah penderitaan rakyat OKU,” terang Amrul.
Aksi yang dikoordinatori oleh Yandri ini juga menyuarakan tuntutan yang sama: membatalkan kenaikan tarif PDAM yang dianggap tidak adil. Yandri menegaskan bahwa jika dalam waktu satu bulan ke depan tidak ada perubahan dari pihak PDAM, maka pihaknya akan mengadakan aksi lebih besar dengan jumlah massa yang lebih banyak.
“Kami berharap PDAM OKU lebih peduli kepada rakyat kecil dan segera menurunkan tarif yang sudah naik lebih dari 100 persen ini. Jika tidak ada perubahan, kami akan kembali dengan massa yang lebih banyak dan mengadakan posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa keberatan,” tegas Yandri.
Aksi ini menegaskan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan tarif PDAM OKU yang dinilai memberatkan pelanggan, terutama di tengah kondisi perekonomian yang sedang tidak stabil.
Pihak AMP-OKU juga mengharapkan adanya evaluasi ulang dan peraturan baru dari Pemerintah Kabupaten OKU yang lebih berpihak pada kesejahteraan rakyat. (Yuyun)

