Kediri – Javanewsonline.co.id | Di balik tirai hujan yang turun dengan lembut, Kota Kediri menyusun gerakan proaktif. Sebagai bagian dari panggung ini, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) menggelar pertunjukan langka: rehabilitasi sistem drainase perkotaan.

Dengan sorotan utama pada Jalan Begendang di Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, DPUPR merancang sebuah tarian beton untuk menangkis dampak musim hujan yang mungkin membawa genangan air dan bahaya banjir.
Kawasan ini bukan sembarang pilihan; tempat-tempat strategis seperti pusat kota, perumahan padat penduduk, dan daerah dengan sejarah banjir mendalam menjadi panggung utama untuk upaya DPUPR. Langit yang telah menjadi saksi sejarah hujan Kota Kediri kini menjadi panggung teater urban.
Endang Kartika Sari, ST MM, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kediri, dan I Made Dwi Permana, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR, menyatukan langkah mereka dalam menyuarakan perlunya rehabilitasi saluran drainase. Mereka menciptakan harmoni dengan memperlebar saluran, memberikan ruang untuk aliran air yang lebih bebas.

Pak Made, begitu akrabnya dipanggil, menyingkap kondisi saluran yang sempit. “Ketika hujan, air akan melimpah ke jalan raya karena saluran yang tersumbat,” ujarnya pada Senin (13/11), mengungkapkan rasa prihatinnya.
Setelah serangkaian gerakan dan koreografi beton, rehabilitasi ini berhasil diselesaikan. Dimensi baru dengan saluran berukuran 80 cm x 80 cm dan panjang 150 meter hadir sebagai bagian dari simfoni beton senilai Rp. 200 juta. Sebuah penampilan yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga memberikan jaminan bahwa infrastruktur drainase perkotaan berfungsi optimal.
Komitmen DPUPR Kota Kediri tidak hanya berhenti pada penampilan panggung ini. Mereka menegaskan tekadnya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan. Ini adalah langkah proaktif yang bertujuan menjaga kota tetap tegar di tengah terpaan hujan intensitas tinggi dan dampak ekstrem yang mungkin muncul.

“Panggung ini bukan hanya tentang perbaikan saluran, tapi juga menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi warga kota,” pungkas Pak Made. Dalam sinar senja, Kota Kediri menari dengan hujan, dipimpin oleh DPUPR yang menjadi penari handal di panggung perjuangan melawan dampak musim hujan. (JK/ADV/DPUPR)

