Kediri – Javanewsonline.co.id |Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri menyebar petugas untuk melakukan pemeriksaan hewan dan daging kurban.

(Sumber foto doc Diskominfo Pemkab Kediri).
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih mengatakan, menindaklanjuti instruksi Bupati Hanindhito Himawan Pramana, pemeriksaan dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan Penyakit Hewan Menular (PHM) di Kabupaten Kediri.
Pemeriksaan meliputi ante mortem (pemeriksaan kesehatan sebelum disembelih) dan post mortem terhadap daging kurban, untuk memastikan daging yang dibagikan aman dikonsumsi.
Pemeriksaan ini juga dilakukan di kediaman bupati yang akrab disapa Mas Dhito yang juga melakukan penyembelihan hewan kurban.
Hasilnya, tidak ditemukan penyakit atau infeksi apapun pada sapi jenis limosin dengan berat sekira 900 kg tersebut.
“Untuk hari ini saat penyembelihan kurban di kediaman Mas Dhito aman semuanya. Hati, jantung aman, pankreas dan limpa juga normal,” katanya, pada Kamis (29/6).
Menurut Tutik, kegiatan pemeriksaan mulai dilakukan pada Rabu (28/6) sampai Sabtu (1/7) mendatang.
Selain di kediaman Mas Dhito, pemeriksaan dilakukan pula di Rumah Potong Hewan (RPH) Pare dan Wates.
Untuk pemeriksaan di setiap kecamatan, DKPP bekerjasama dengan dokter hewan yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jatim X.
Petugas terus melaporkan jika ditemukan indikasi infeksi. Setidaknya, hingga Kamis (29/6) siang hanya ditemukan 3 ekor kambing yang mengalami infeksi pada organ hati. “Organ hati yang terinfeksi sudah dibuang,” ungkapnya.
Di kediamannya, Mas Dhito sempat mengajak putri pertamanya, Shanaya Arsyila Pramana melihat sapi kurban yang akan disembelih.
Bupati Kediri mengungkapkan kebiasaan ini memang untuk sarana pendidikan bagi anaknya.
“Ya kita berikan pemahaman kepada Shanaya, apa sih kurban itu, dan bagaimana prosesnya,” jelasnya.
Bupati yang gemar mengendarai vespa juga meminta supaya dalam pembagian daging kurban tidak menggunakan plastik.
Menurutnya, hal ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik yang susah di daur ulang.
“Kita berupaya, dalam pembagian daging kurban tidak menggunakan sampah plastik, minimal dikurangi,” ungkapnya.
(JK)

