SERANG – JAVANEWSONLINE.CO.ID |  Ketua Persatuan Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten Indonesia (PPPSBBI) Andika Hazrumy menghadiri milad ke-8 Perguruan Pencak Silat Sinar Pusaka Putra Banten (SPPB) di peguron mereka di Anyer, Kabupaten Serang, Minggu (9/6).

Dalam kesempatan tersebut, Andika memberikan apresiasi kepada SPPB yang telah berkontribusi dalam melestarikan seni bela diri pencak silat di Provinsi Banten.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Sinar Pusaka Putra Banten yang sudah sejauh ini turut serta bersama peguron lainnya di Kabupaten Serang dan di Banten umumnya melestarikan seni bela diri pencak silat,” kata Andika dalam sambutannya.

Menurut Andika, usaha pelestarian seni tradisi di tengah gempuran budaya modern saat ini tidaklah mudah. Generasi remaja kini lebih tertarik pada budaya-budaya modern ketimbang budaya lokal. “Namun, Sinar Pusaka Putra Banten telah terbukti berhasil eksis hingga usia hampir satu dekade ini,” ujar Andika.

Lebih dari itu, Andika menambahkan bahwa Sinar Pusaka Putra Banten juga berhasil mengharumkan nama Banten dan Indonesia dengan mengirimkan perwakilan ke berbagai event bela diri di level nasional dan internasional. “Saya dengar peguron kita ini sudah pernah mengirim pendekarnya ke Jepang, Belanda, Prancis, hingga Kanada,” ujar bakal calon Bupati Serang dari Partai Golkar ini.

Meski demikian, mantan Wakil Gubernur Banten ini menekankan perlunya upaya bersama untuk terus melestarikan seni tradisi dan menjadikannya sebagai kebanggaan. “Saya bertekad akan terus mendorong pelestarian dan pencetakan prestasi dari seni tradisi di Kabupaten Serang, khususnya jika kelak saya memimpin Kabupaten Serang,” jelasnya. Ia juga menyebut bahwa para anggota legislatif yang terpilih di DPRD Kabupaten Serang akan mendapat penugasan dari partai untuk mengawal pelestarian seni tradisi ini.

Sebelumnya, Ketua Sinar Pusaka Putra Banten yang biasa disapa Abah Jami, dalam sambutannya mengakui bahwa menarik generasi remaja untuk menjadi penerus seni tradisi seperti pencak silat bukanlah tugas mudah. Sejak mulai mengajarkan pencak silat di Anyer pada 2008 hingga 2016, perguruan ini hanya mampu menjaring lima murid. “Namun seiring prestasi yang kita raih dari level Kabupaten Serang, Provinsi Banten, hingga Nasional dan Internasional, barulah kita bisa berkembang,” paparnya.

Menurutnya, dalam upaya pelestarian seni tradisi seperti pencak silat, faktor prestasi sangat mendukung. “Untuk itu, saya kira perlu semua pihak, khususnya pemerintah yang memiliki otoritas, untuk bersama-sama melestarikan seni tradisi ini,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *