TAKALAR – Javanewsonline.co.id | Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Takalar, berinisial SYR, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus belanja Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun anggaran 2022-2023 dengan nilai kurang lebih Rp 500 juta.

Setelah diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Takalar pada Kamis (4/7/2024), SYR dijadwalkan untuk ditahan. Namun, tiba-tiba ia jatuh sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Takalar, Muh Musdar, menjelaskan kepada awak media bahwa ada empat orang yang diperiksa pada hari itu, tetapi baru satu yang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu SYR.

“SYR hendak ditahan, namun tiba-tiba jatuh sakit setelah diperiksa sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Besok, jika kondisinya sudah pulih, kita akan periksa ulang sebagai tersangka untuk penahanan lebih lanjut,” ujar Musdar.

Ia juga menegaskan bahwa kasus ini akan terus diusut dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. “Kasus ini akan terus diusut dan ada kemungkinan akan ada lagi tersangka baru,” tambah Musdar.

Kasus ini menarik perhatian publik dan media, mengingat nilai kerugian negara yang cukup besar. Kejaksaan Negeri Takalar berkomitmen untuk terus mengusut tuntas kasus ini hingga semua pihak yang terlibat mendapatkan penanganan hukum yang sesuai. (Muhammad Rusli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *