Desa Ngetuk Kecamatan Nalumsari Kab Jepara bersama Forum Keserasian Sosial ABADI menggelar dialog tematik Keserasian Sosial di daerah rawan bencana, dengan tema peran masyarakat untuk pencegahan konflik sosial, Rabu (14/12), di Aula Pendopo Desa Ngetuk.

Kegiatan di hadiri H. Abdul Wachid Kapoksi Fraksi Gerindra Komisi 8 DPRD RI, Budi sulistyo perwakilan Dinsos Permasdes Kab. Jepara, Mutamadin Arif Camat Nalumsari, Koramil 05 Mayong, Polsek Nalumsari, Farrulidayano Petinggi desa Ngetuk, Tokoh masyarakat, Tokoh agama dan masyarakat yang tergabung dalam Forum Keserasian Sosial “ABADI “

Dalam Penuturannya Abdul Wachid Anggota DPR RI Komisi VIII menyampaikan, kegiatan hari ini adalah keserasian sosial. Nalumsari adalah tempat yang tepat karena mempunyai sejarah kurang bagus, terutama peran dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan peran dari Forkopimcam sangat penting sekali, agar mengantisipasi tidak kembali terjadi konflik sosial di masyarakat.

“Karena jika sudah terjadi konflik sosial itu sangat berat dan efeknya kurang baik. Oleh karena  itu kami membantu alat sarana prasarana olahraga, agar anak-anak muda dapat beraktifitas dan melakukan kegiatan yang positif,” jelas Abdul Wachid.

Lebih lanjut Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, memasuki 2023 sebagai tahun politik, agar masyarakat dapat meredam konflik sosial, walaupun masyarakat berbeda pilihan politik. “Jangan sampai terjadi konflik, karena hal itu biasa dan tidak perlu diperdebatkan. Masyarakat diharapkan dapat Saling menghormati dan saling menghargai,“ pungkasnya.

Di tempat yang sama, Mutamadin Arif Camat Nalumsari berharap, masyarakat semakin guyub dan rukun. Sehingga dengan situasi tenang, aman dan kondusif, dapat mendukung Kec Nalumsari dalam bekerja.

Sementara itu petinggi Desa Ngetuk Parrulidayano mengucapkan terimakasih dan sangat merasa puas dengan forum dialog interaktif yang dilaksanakan hariini, terutama kepada Anggota DPR RI H Abdul Wahid, DinsosPermasdes, dan Forkopimcam serta Tokoh masyarakat dan warga desa Ngetuk yang hadir.

“Saya sangat berharap forum ini tidak berhenti di sini saja, agar ke depan kegiatan dialog seperti ini dapat mencegah konflik yang ada di desa kami. Dan masyarakat sadar, bahwa kegiatan yang kurang baik supaya ditinggalkan,” ungkap Parrulidayano. @ Once

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *