Jayapura – Javanewsonline.co.id | Tanah papua mempunyai kekayaan alam yang berlimpah diantarnya adalah beragam tanaman obat-obatan tradisional yang sudah dibuktikan manfaat bagi masyarakat, bahkan sering kali ditemui penerapan metode pengobatan yang kolaborasikan antara medis dan obat tradisional.

Seperti yang dituturkan Anggota DPR RI asal Papua Jhon NR Gobai, yang menurutkan pengalamannya saat SMA di Wamena, Ia pernah menyaksikan Bruder Allo Da Proma saat melayani pasien di Poli TB dengan pengobatan tradisional, dan pasiennya lebih banyak dari Poli Umum, yang menggambarkan Poli terintegrasi kesehatan umum dan tradisional.

“Dokter Alo Giyai dalam bukunya memutus mata rantai kematian di Papua menyebut pengobatan tradisional merupakan satu cara pengobatan yg ikut memutus mata rantai kematian di Papua untuk itu perlu dibuat di Papua,” kata Jhon NR Gobai. 

Menurut Frans Maniagasi, Papua dgn alamnya telah menyediakan ramuan ramuan nabati (biodiversity) yg dapat dijadikan herbal sebagai obat tradisional dan dapat dimanfaat oleh masyarakat kita tanpa terlalu tergantung pada obat obatan kimia (farmasi) yang mahal dan memiliki efek negatif terhadap kesehatan.

Frans menggambarkan beberapa jenis tempat pelayanan pengobatan tradisional diantaranya ; 1) Yankestrad Terintegrasi : Puskesmas dan RS: Tenaganya Nakes dan Nakestrad, 2) Yankestrad Komplementer :Griya Sehat: Tenaganya: Nakestrad, 3) Yankestrad Empiris, Panti Sehat. Tenaganya disebut Penyehat Tradisional.

“Semua pihak khususnya pemerintahan, agar melakukan langkah – langkah terkait kearifan lokal, khususnya sektor budidaya obat tradisional dan praktik pengobatan, serta membangun Griya Sehat atau Panti Sehat atau klinik pengobatan tradisional di Papua,” pungkasnya. 

Lebih lanjut Ia mengatakan Kebijakan Pelayanan Kesehatan Tradisional sesuai dengan UU 36 tahun 2009 tentang kesehatan diatur juga tentang pelayanan kesehatan tradisional termasuk salah satu dari 17 upaya kesehatan yang harus terselenggara terpadu.

“Dalam PP 72 tahun 2012 tentang sistem kesehatan nasional yang diatur juga pelayanan kesehatan tradisional alternatif dan komplementer dilaksanakan secara sinergi dan integrasi dengan pelayanan kesehatan.Permenkes RI No 15 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer,” tambahnya. 

Menurut Frans, Papua memiliki SDM dan SDA yang cukup, tanaman yang mengandung obat jika belum dibudidaya, maka bila ada pusat pasca panen tanaman obat, disinilah tempat masyarakat menjual tanaman yang telah teridentifikasi sebagai tanaman obat, itu perlu didirikan balai Pengobatan atau Griya Sehat Pengobatan tradisional di Papua. di Perguruan Tinggi di Papua juga diharapkan Dinas dan Perguruan Tinggi menginisiasi pendirian Jurusan Kesehatan Tradisional. 

“Dalam budaya dan tradisi orang Papua itu, jika ada orang sakit, masyarakat memiliki pengetahuan untuk pengobatan sudah menjadi bagian dari budaya yang dilakukan turun temurun, yakin jika budidaya dimaksud justru menambahkan nilai ekonomis bagi masyarakat lokal. Kini bahan herbal juga merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat jika bisa mengumpulkan atau menanam utk diolah menjadi herbal utk pengobatan tradisional,” tambanya. 

Masih menurut Frans, hal yang dapat dilakukan adalah di rumah sakit yang ada ditambah lagi dengan adanya Poli pengobatan tradisioanal, yang kedua masyarakat membangun Klinik Pengobatan tradisional, kebun obat dan pusat pengolahan pasca panen tanaman obat yang dilengkapi dengan laboratorium tentu dibantu oleh Perguruan tinggi di Papua untuk Simplisia Tanaman Obat.

Sekedar informasi beberapa hari lalu pada tanggal 7 November 2021 di adakan Bintek Pengembangan Griya Sehat untuk Pengembangan Pengobatan Tradisional di Papua. Yang diselnggarakan oleh Dinkes Papua bersama Dit Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementrian Kesehatan RI, Kasubdit Yankestrad Integrasi Kemenkes RI., Dr. Gita Swisari, MKM, sekretaris Dinas Kesehatan Papua, Dr.Arie Pongtiku, Kepala Seksi Yankestrad Dinas Kesehatan Papua, Yusuf Wona, SKM, MKes.  (akia/pam)

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *